Inilah sosok Amirul Mukminin yang alim ulama maka ia damai disisi-nya, sejarah hidupnya padat berisi perjuangan, betapa banyak musuhnya ia kalahkan, namun ia tahu musuh utamanya adalah kematian dan kehidupan sesudah mati, maka ia menulis begitu panjang buku tentang kehidupan, Sastro Gendhing, kumpulan pengalaman hidupnya, Mataram berkibar dengan bendera petani yang prajurit dan prajurit yang petani, gerbang pintu ini memuat begitu banyak kisah salah satunya adalah tertanamnya kepala JP Coen, Gubernur Jendral Batavia ke IV yang ditebas kepalanya oleh Utari Sandi Jayaningsih, salah satu pasukan khusus Mataram, lalu Sultan Agung menguburkan kepala itu di tangga persis sebelum masuk kegerbang makamnya. Sultan tahu bahwa JP Coen adalah salah satu penerus tahta Ksatria Naga, sebuah orde pasukan khusus tentara Salib, Sultan tahu ia berhadapan dengan perang Salib di Bumi Nusantara, Sultan yang sangat tahu sejarah.by hasnan habib kota depok
Anak-anakku sering bertanya, " Yah, aku ini anak Aceh atau anak Jogya ?" aku tertawa sebab Aceh dan Jogya tak ada bedanya, darah tetap darah, kataku " Nak, darahmu asli darah pejuang, jiwamu asli jiwa pemberontak, pejuang dan pemberontak selalu sama, diperlakukan tidak adil oleh penguasa " ganti anakku tertawa (entah apa yang ada dalam pikirannya). Kembali ke Titik Nol 11 September 2010. 2 hari sesudah Iedul Fitri 1431 H.
Tampilkan postingan dengan label Mataram. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mataram. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 18 September 2010
Gerbang makam Sultan Agung Al Matarami. by hasnan habib kota depok
Inilah sosok Amirul Mukminin yang alim ulama maka ia damai disisi-nya, sejarah hidupnya padat berisi perjuangan, betapa banyak musuhnya ia kalahkan, namun ia tahu musuh utamanya adalah kematian dan kehidupan sesudah mati, maka ia menulis begitu panjang buku tentang kehidupan, Sastro Gendhing, kumpulan pengalaman hidupnya, Mataram berkibar dengan bendera petani yang prajurit dan prajurit yang petani, gerbang pintu ini memuat begitu banyak kisah salah satunya adalah tertanamnya kepala JP Coen, Gubernur Jendral Batavia ke IV yang ditebas kepalanya oleh Utari Sandi Jayaningsih, salah satu pasukan khusus Mataram, lalu Sultan Agung menguburkan kepala itu di tangga persis sebelum masuk kegerbang makamnya. Sultan tahu bahwa JP Coen adalah salah satu penerus tahta Ksatria Naga, sebuah orde pasukan khusus tentara Salib, Sultan tahu ia berhadapan dengan perang Salib di Bumi Nusantara, Sultan yang sangat tahu sejarah.by hasnan habib kota depok
Langganan:
Postingan (Atom)