Dukamu sang dewi, memetik buah yang amat pahit, cintamu sang dewi penuh kelembutan , namun derasnya darah birumu lebih deras dari arus Kali Progo, lembah dan ngarai medan pertempuranmu, entah apa yang menjadikanmu wanita perkasa, diusiamu yang renta, mungkinkah cintamu pada negeri ini, ataukah ruh jihadmu, Nyi, biarkan kami anak cucumu mengagumi semua yang pernah kau berikan pada bangsa ini, dan meneladani darah pejuangmu, Nyi , betapa inginnya aku bertemu denganmu agar bisa mendengar ceritamu betapa cinta membuatmu dikenang sepanjang masa oleh sejarah.
Anak-anakku sering bertanya, " Yah, aku ini anak Aceh atau anak Jogya ?" aku tertawa sebab Aceh dan Jogya tak ada bedanya, darah tetap darah, kataku " Nak, darahmu asli darah pejuang, jiwamu asli jiwa pemberontak, pejuang dan pemberontak selalu sama, diperlakukan tidak adil oleh penguasa " ganti anakku tertawa (entah apa yang ada dalam pikirannya). Kembali ke Titik Nol 11 September 2010. 2 hari sesudah Iedul Fitri 1431 H.
Tampilkan postingan dengan label kulonprogo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kulonprogo. Tampilkan semua postingan
Jumat, 17 September 2010
Nyi Ageng Serang, Pahlawan Nasional dari Mataram Yogyakarta
Dukamu sang dewi, memetik buah yang amat pahit, cintamu sang dewi penuh kelembutan , namun derasnya darah birumu lebih deras dari arus Kali Progo, lembah dan ngarai medan pertempuranmu, entah apa yang menjadikanmu wanita perkasa, diusiamu yang renta, mungkinkah cintamu pada negeri ini, ataukah ruh jihadmu, Nyi, biarkan kami anak cucumu mengagumi semua yang pernah kau berikan pada bangsa ini, dan meneladani darah pejuangmu, Nyi , betapa inginnya aku bertemu denganmu agar bisa mendengar ceritamu betapa cinta membuatmu dikenang sepanjang masa oleh sejarah.
Langganan:
Postingan (Atom)