Selasa, 14 September 2010

Gunung Merapi

Jejak panjangku masih membekas nyata dipuncaknya, gigir boyo masa terasakan sampai saat ini, seluruh ketakutan yang mencekam di puncak Merapi, masih terngiang di kupingku, derap kuda Eyang Sapujagad di pos pertama , dingin kabut yang menusuk tulang, semua masih terasa dikehidupanku kini, sebuah perjuangan jati diri, tanpa tepuk tangan, tanpa pujian, bekerja untuk sesama, tanpa penghargaan, jejak panjangku masih disana : puncak Merapi yang menjulang, dengan kawah yang meleleh sepanjang masa, namun aku pernah berdiri disana, setiap saat, sebab diatas sana kutemukan kedamaian sesudah tumpah semua keringat perjuangan. Merapi Mei 1981

Tidak ada komentar:

Posting Komentar